Daftar Mata Uang Dunia

Peso-Filipina

Sejarah Mata Uang Peso Negara Filipina – Peso Filipina dengan kode: PHP adalah mata uang resmi di Filipina. Peso ini dibagi menjadi 100 centavo. Sebelum tahun 1967, bahasa yang digunakan pada uang kertas dan koin adalah bahasa Inggris, dan sebagainya “peso” adalah nama yang digunakan. Ketika bahasa yang digunakan diubah menjadi bahasa Cebuano, ini berubah menjadi “piso”. Peso biasanya dilambangkan dengan simbol “₱”. Cara lain penulisan tanda peso Filipina adalah “PHP”, “PhP”, “Php”, dan/atau “P”.Uang logam dan uang kertas yang dibuat di Kompleks Pabrik Keamanan di Bangko Sentral ng Pilipinas.

Peso sendiri artinya “berat”. Berasal dari bahasa Spanyol dan mengacu pada koin Spanyol yang dulu digunakan sebagai alat pembayaran. Tujuh negara tersebut tetap memakai nama peso sebagai mata uang resmi hingga saat ini. Selain itu, sebenarnya masih banyak negara lain yang sempat menggunakan nama ini. Kebanyakan dari mereka adalah negara-negara bekas koloni Spanyol. Orang Filipina sendiri menyebut mata uang mereka dengan nama Piso ng Pilipinas. Sedangkan bahasa Spanyol-nya Peso Filipino. Bahasa Inggris, bahasa internasional, dan Indonesia, menyebutnya Peso.

Bank sentral negara pemilik lagu kebangsaan Lupang Hinirang (Tanah Terpilih) ini adalah Banko Sentral ng Pilipinas. Sedangkan yang bertugas mencetak uang mata uang Filipina yakni Kompleks Pabrik Keamanan. Uang yang dicetak sama seperti uang kita, ada kertas dan ada koin juga.
Pada awal kwartal ke-3 tahun 2015 harga satu Peso Filipina setara dengan 870 Rupiah Indonesia. Peso pun sempat mencapai 48,260 per dollar AS yang merupakan level terendah sejak September 2009.

Mata uang negara Filipina yang bernama Peso juga merupakan mata uang dengan kinerja terburuk di Asia selama tiga bulan terakhir dengan tingkat depresiasi mencapai 2,7 persen. Menurut market strategist Oanda Asia Pacific Pte Jeffrey Halley, pelemahan peso lebih disebabkan kondisi politik terkait genderang perang yang ditabuh Duterte terhadap peredaran narkoba dan “serangan” kepada mitra-mitra dagang utama.

baca juga :

Sejarah Mata Uang Peso Negara Filipina
Sejarah Mata Uang Rupiah Negara Indonesia
Sejarah Mata Uang Ringgit Negara Malaysia
Sejarah Mata Uang Dolar Negara Singapura
Sejarah Mata Uang Dong Negara Vietnam

Rupiah-Indonesia

Sejarah Mata Uang Rupiah Negara Indonesia – Rupiah adalah mata uang resmi Indonesia. Mata uang ini dicetak dan diatur penggunaannya oleh Bank Indonesia dengan kode ISO 4217 IDR. Secara tidak formal, orang Indonesia juga menyebut mata uang ini dengan nama “perak”. Satu rupiah dibagi menjadi 100 sen, walaupun inflasi telah membuatnya tidak digunakan lagi kecuali hanya pada pencatatan di pembukuan bank.

Pada masa-masa awal kemerdekaan, Indonesia belum menggunakan mata uang rupiah namun menggunakan mata uang resmi yang dikenal sebagai ORI. ORI memiliki jangka waktu peredaran di Indonesia selama 4 tahun, ORI sudah mulai digunakan semenjak 1945-1949. Pada masa itu, ORI merupakan mata uang yang memiliki nilai yang sangat rendah jika dibandingkan dengan uang-uang yang dikeluarkan oleh de Javasche Bank. Padahal uang ORI adalah uang langka yang semestinya bernilai tinggi.

Setelah NKRI lahir, pemerintah Indonesia pun berusaha sekuat tenaga menghapuskan berbagai bentuk pengaruh dari Belanda, terutama pengaruh dalam sistem keuangan Indonesia. Upaya tersebut antara lain yang pertama adalah menggantikan mata uang terbitan Belanda berdenominasi rendah dengan mata uang Rupiah berupa coin pecahan 1, 5, 10, 25, dan 50 sen, serta penerbitan uang kertas 1 dan 2 1/2 Rupiah.

Langkah selanjutnya, pemerintah Indonesia menasionalisasikan De Javasche Bank yang merupakan bank sentral RIS menjadi Bank Indonesia. Bank Indonesia sudah mulai merilis uang kertas baru, mulai dari 1 Rupiah hingga 100 Rupiah pada tahun 1952-1953. Ini merupakan pertanda baru dalam sejarah republik Indonesia, karena sejak tahun itu Bank Indonesia memiliki tugas untuk menerbitkan dan mengedarkan uang kertas Rupiah.

Sekarang ini, mata uang negara Indonesia yang bernama Rupiah sudah banyak seri atau pecahan Rupiah yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk mengganti, memperbaiki, dan menyempurnakan mata uang ini. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Rupiah merupakan cermin dari Indonesia. Sebagai salah satu kebanggaan negara, sudah selayaknya Rupiah diakui, dibanggakan, dan dijaga oleh setiap warga negara Indonesia.

baca juga :

Sejarah Mata Uang Peso Negara Filipina
Sejarah Mata Uang Rupiah Negara Indonesia
Sejarah Mata Uang Ringgit Negara Malaysia
Sejarah Mata Uang Dolar Negara Singapura
Sejarah Mata Uang Dong Negara Vietnam

Ringgit-Malaysia

Sejarah Mata Uang Ringgit Negara Malaysia – Ringgit atau juga dikenal sebagai Ringgit Malaysia adalah unit mata uang Malaysia dengan kode mata uang MYR. Ringgit dapat dipecah menjadi 100 sen dan mempunyai pecahan uang kertas bernilai RM50, RM20, RM10, RM5, dan RM2; serta koin RM1, 50 sen, 20 sen, 10 sen, 5 sen, dan 1 sen. Nama “Ringgit” berasal dari sisi bergigi uang perak Spanyol yang digunakan secara luas pada zaman dahulu. Dolar Brunei juga dikenal sebagai ringgit oleh masyarakat lokal.

Pada 1837, mata uang Rupee India digunakan sebagai mata uang resmi di Penempatan Selat (yaitu Negeri-negeri Selat; Straits Settlements) tetapi pada 1867, dolar Perak kembali digunakan. Pada tahun 1903, dolar Selat ditetapkan senilai 2 shilling dan empat pence (mata uang Britania saat itu) setelah diperkenalkan oleh Dewan Pengatur Mata Uang (Board of Commissioners of Currency). Bank-bank swasta dilarang mengeluarkan uang kertas. Namun penggunaan mata uang ini terhenti akibat penaklukan Jepang pada 1942 hingga 1975 dan ketika mata uang ini ditetapkan kembali berdasarkan Pound Sterling pada 1967, nilai uang Selat telah jatuh sebanyak 15% dari nilai asalnya.

Mulai bulan Agustus 1975, mata uang Ringgit diterima secara resmi sebagai nama mata uang Malaysia. Sebelumnya, uang dikenal sebagai dolar dalam bahasa Inggris dan ringgit dalam bahasa Melayu. Namun penggunaan simbol $ tetap digunakan hingga akhirnya diganti menjadi RM pada tahun 1990-an.

Walaupun mata uang negara Malaysia yang bernama Ringgit adalah mata uang yang sudah resmi, ternyata mata uang dari negeri tetangga ini juga pernah digunakan oleh masyarakat Indonesia yaitu sekitar tahun 70an. Hal ini mungkin belum begitu diketahui oleh masyarakat Indonesia saat ini. Saat itu, pecahan 1 Ringit Malaysia bernilai dua setengah rupiah. Selain itu, Ringgit juga digunakan sebagai satuan keuangan pada masa Kesultanan Deli dengan memiliki nilai 2 kupang. Namun, saat ini uang tersebut tentu sudah tidak digunakan lagi di Indonesia karena Indonesia telah memiliki mata uang resmi sendiri yaitu Rupiah.

baca juga :

Sejarah Mata Uang Peso Negara Filipina
Sejarah Mata Uang Rupiah Negara Indonesia
Sejarah Mata Uang Ringgit Negara Malaysia
Sejarah Mata Uang Dolar Negara Singapura
Sejarah Mata Uang Dong Negara Vietnam

Dolar-Singapura

Sejarah Mata Uang Dolar Negara Singapura – Dolar Singapura (SGD atau S$) adalah mata uang negara Singapura. Mata uang ini dicetak dan diatur penggunaannya oleh Otoritas Moneter Singapura. Satu dolar Singapura dibagi menjadi 100 sen.

Antara tahun 1845 dan 1939, Singapura menggunakan Dolar Selat.[1] Mata uang ini digantikan oleh dolar Dolar Malaya, kemudian dari tahun 1953, Dolar Malaya dan Borneo Inggris, yang dikeluarkan oleh Dewan Komisaris Mata Uang, Malaya dan Borneo Inggris. Singapura menggunakan mata uang yang sama dengan Malaysia saat ia bergabung negara tersebut pada tahun 1963. Setelah uang ini berpisah dari Malaysia pada tahun 1965, Singapura mulai menggunakan mata uangnya sendiri. Singapura mendirikan sebuah “Dewan Komisaris Mata uang, Singapura” pada 7 April 1967 dan mengeluarkan serial mata uang yang pertama, “Orkid”, pada 12 Juni 1967.

Meskipun namanya sama-sama mata uang Dolar tapi hanya namanya doang yang sama. Uang, kode ISO, dan nilai kursnya beda. Lambang uangnya juga hampir sama. Yang membedakan di depan simbol $ ada huruf S, jadi S$. Untuk penyebutannya diikuti embel-embel negaranya, dolar Singapura.

Sebenarnya yang nama mata uangnya sama seperti ini tidak hanya Singapura saja. Negara lain seperti Australia, Brunei Darussalam, Kanada, Hongkong, Selandia Baru, Taiwan, dan Suriname juga iya. Namun berbeda dengan Timor Leste, Ekuador, El Salvador, dan Zimbabwe, negara-negara ini memang “meminjam” mata uang dolar Amerika Serikat untuk keperluan warganya dalam transaksi sehari-hari.

Mata uang negara Singapura yang bernama Dolar tergolong memiliki harga kurs yang lumayan mahal jika dibanding dengan rupiah. Kalau mata uang Indonesia memiliki pecahan-pecahan besar, uang Singapura justru kecil-kecil. Pada uang kertasnya saja paling besar hanya 1.000 dolar.

baca juga :

Sejarah Mata Uang Peso Negara Filipina
Sejarah Mata Uang Rupiah Negara Indonesia
Sejarah Mata Uang Ringgit Negara Malaysia
Sejarah Mata Uang Dolar Negara Singapura
Sejarah Mata Uang Dong Negara Vietnam

Dong-VietnamSejarah Mata Uang Dong Negara Vietnam – Dong Vietnam (VND) merupakan sebuah mata uang resmi negara Vietnam sejak 3 Mei 1978 menggantikan Đồng Vietnam Utara dan Selatan. Dikeluarkannya mata uang ini dikontrol oleh Bank Negara Vietnam. Simbol yang paling umum digunakan untuk đồng adalah ₫. Mata uang ini setiap satuannya terbagi menjadi 10 hào. Namun, hào yang sekarang bernilai kecil sehingga tidak lagi diterbitkan.

Kata đồng dari istilah “đồng tiền” yang merupakan serumpun dari bahasa Cina untuk tóng qián (Hanzi sederhana: 铜钱; Hanzi tradisional: 銅錢). Istilah ini mengacu pada koin perunggu Cina yang digunakan sebagai mata uang selama periode dinasti Cina dan Vietnam. Istilah hào adalah serumpun dari bahasa Cina untuk “háo” (bahasa Tionghoa: 毫) yang berarti satuan mata uang di 1/10.

Saat Vietnam masih menjadi bagian dari indocina perancis, Frecnch Indoschinese piastre adalah mata uang yang berlaku disana. Dalam tulisan di mata uang Vietnam, istilah dong bisa diartikan sebagai perak. Setelah Prancis meninggalkan Vietnam, kemudian baik Vietnam maupun Vietnam Utara membuat dan mencetak uang versi masing – masing regional. Namun, nama yang digunakan untuk mata uang tersebut adalah Dong.

Mata uang Dong yang diperkenalkan di Vietnam Selatan diedarkan pertama kali pada tahun 1952. Kehadiran mata uang ini juga turut menggantikan Piastre at par yang berlaku di Vietnam Selatan. Kemudian Vietnam Utara dan Vietnam selatan memutuskan untuk bersatu. Oleh sebab itu Dong

Vietnam Utara dan Dong Vietnam Selatan juga mengalami penyatuan sejak tanggal 3 Mei 1978. Sejak saat itu Dong Vietnam Utara dapat ditukerkan dengan mata uang Dong baru yang nilai tukarnya 1 : 1. Sementara itu mata uang Vietnam Selatan dapat ditukarkan hanya 8 hao. Pada tanggal 4 September 1985, Vietnam melakukan revaluasi lagi untuk Dong yang baru sehingga nilai 10 dong lama setara dengan 1 Dong Baru.

Mata uang negara Vietnam yang bernama Dong merupakan salah satu dari 10 mata uang paling murah di dunia. Tepatnya masuk posisi 5 terbawah bersama riyal Iran, dobra Sao Tome, kip Laos, dan rupiah Indonesia.

baca juga :

Sejarah Mata Uang Peso Negara Filipina
Sejarah Mata Uang Rupiah Negara Indonesia
Sejarah Mata Uang Ringgit Negara Malaysia
Sejarah Mata Uang Dolar Negara Singapura
Sejarah Mata Uang Dong Negara Vietnam